Kamis, 11 Juni 2015

PENDIDIKAN MULTIKULTURAL (KEBUDAYAAN)

2.1 Pengertian Kebudayaan 
Budaya meupakan istilah yang banyak dijumpai dan digunakan hampir dalam setiap aktivitas sehari-hari. Hal ini merupakan bahwa budaya begitu dekat dengan lingkungan kita. Kebudayaan berasal dari kata cultuure (Belanda) culture (Inggris) dan colere (Latin) yang artinya mengolah, mengerjakan, menyuburkan,dan mengembangkan terutama pengolahan tanah yang kemudian berkembang menjadi segala daya dan aktivitas manusia-manusia untuk mengolah dan mengubah alam. 
Dari bahasa Indonesia (Sangsekerta) “Buddhayah” yaitu bentuk jamak dari Buddhi yang berarti budi atau akal. Pendapat lain “Budaya” adalah sebagai suatu perkembangan dari kata majemuk budi-daya, yang berarti daya dari budi, karena itu mereka membedakan antara budaya dan kebudaan. Budaya adalah daya dari budi yang berupa cipta, karsa dan rasa. Kebudayaan adalah hasil dari cipta, karsa dan rasa tersebut. 
Definisi memiliki banyak arti yang berbeda namun memiliki prinsip yang sama yaitu mengakui adanya ciptaan manusia, meliputi prilaku dan hasil kelakuan manusia, yang diatur oleh tata kelakuan yang diperoleh dengan belajar yang semuanya tersusun dalam kehidupan masyarakat. 
Di dalam masyarakat kebudayaan diartikan “the general body of the art” yang meliputi seni sastra, seni musik, seni pahat, seni rupa, dan pengetahuan filsafat. Dan akhirnya mendapatkan kesimpulan bahwa kebudayaan adalah hasil budi manusia untuk mencapai kesempurnaan hidup atau segala sesuatu yang diciptakan manusia baik yang konkrit dan abstrak. 
Dengan demikian kita dapat menyimpulkan bahwa budaya itu berkaitan dengan tiga kata kunci yang mencangkup (1) gagasan, (2) prilaku, dan (3) hasil karya manusia. Sebagai pedoman pembahasan, pengertian kebudayaan yakni merupakan program bertahan hidup dan adaptasi suatu kelompok dengan lingkungannya. Program budaya terdiri dari pengetahuan, konsep dan nilai- nilai yang dimiliki oleh anggota kelompok melalui sistem komunikasi. Esensi budaya bukan pada benda, alat atau elemen budaya yang terlihat lainnya namun bagaimana kelompok menginterprentasikan, menggunakan dan merasakannya. 

2.2 Proses Perkembangan Kebudayaan 
Perkembangan kebudayaan terhadap dinamika kehidupan seseorang bersifat kompleks, dan memilki eksistensi dan berkesinambungan dan juga menjadi warisan sosial. Seseorang mampu mempengaruhi kebudayaan dan memberikan peluang untuk terjadinya perubahan kebudayaan. 
Kebudayaan yang dimiliki suatu kelompok tidak akan terhindar dari pengaruh pengaruh kebudayaan kelompok-kelompok lain dengan adaya kontak-kontak antar kelompok atau melalui proses difusi. Suatu kelompok sosial akan mengadopsi suatu kebudayaan tertentu apabila kebudayaan tersebut berguna untuk mengatasi atau memenuhi tuntutan yang dihadapinya. Pengadopsian tersebut diprngaruhi oleh faktor-faktor fisikal, seperti iklim, topografi sumber daya alam dan sejenisnya. Perkembangan zaman juga mendorong terjadinya perubahan-perubahan disegala bidang termasuk dalam kebudayaan. Mau tidak mau kebudayaan yang dianut semua kelompok sosial akan bergeser baik itu secara lambat maupun cepat yang akan menimbulkan antara kelompok-kelompok yang menghendaki perubahan dan yang tidak menghendaki perubahan. 
Hal yang terpenting dalam proses pengembangan suatu kebudayaan adalah dengan adanya kontrol atau kendali terhadap perilaku reguler (yang tampak) yang ditampilkan oleh para penganut kebudayaan. Karena tidak jarang perilaku yang ditampilkan sangat bertolak belakang dengan perilaku yang dianut didalam kelompok sosialnya.Yang diperlukan disini adalah kontrol sosial yang ada dimasyarakat, yang menjadi suatu “cambuk” bagi komunitas yang menganut kebudayaan tersebut. Sehingga mereka dapat memilah-milah, mana kebudayaan yang sesuai dan mana yang tidak sesuai. 

2.3 Unsur-unsur Kebudayaan 
E.B.Tylor (1832-1917) memandang budaya sebagai konpleksitas hal yang meliputi pengetahuan, kepercaan, seni, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan serta kebiasan lain yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat. Menurut Claude Levi-Strauss, kebudayaan harus dipandang dalam konteks teori komunikasi yaitu sebagai keselurahan sistem simbol (Bahasa, kekerabatan, ekonomi, mitos, seni) yang pada berbagai tingkat memungkinkan dan mengatur komukasi. Hal ini karena manusia adalah Homo simbolicum. Unsur unsur kebudayaan menurut Koentjaraningrat adalah sebagai berikut: 
1. Sistem religi dan ucapan keagamaan 
Kepercayaan manusia terhadap adanya sang pencipta yang muncul karena kesadaran bahwa ada zat yang lebih dan Maha Kuasa. 
2. Sistem dan organisasi kemasyarakatan 
Sistem yang muncul karena kesadaran manusia bahwa meskipun diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna namun tetap memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing antar individu sehingga timbul rasa untuk berorganisasi dan bersatu. 
3. Sistem pengetahuan 
Sistem yang terlahir karena setiap manusia memilki akal dan pikiran yang berbeda sehingga memunculkan dan mendapatkan sesuatu yang berbeda pula. 
4. Bahasa 
Sesuatu yang berawal dari hanya sebuah kode, tulisan hingga berubah sebagai lisan untuk memprmudah komunikasi antar manusia. Bahkan sudah ada bahasa yang dijadikan bahasa universal seperti bahsa Inggris. 
5. Kesenian 
Setelah memenuhi kebutuhan fisik manusia juga memerlukan sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan fisikis mereka sehingga lahirlah kesenian yang dapat memuaskan. 
6. Sistem mata pencaharian hidup 
Terlahir karena manusia memiliki hawa nafsu dan keinginan yang tidak terbatas dan selalu ingin lebih. 
7. Sistem teknologi dan peralatan 
Sistem yang timbul karena manusia mampu menciptakan barang-barang dan sesuatu yang baru agar dapat memenuhi kebutuhan hidup. 

2.4 Sifat-sifat Kebudayaan 
Kendati kebudayaan dimiliki oleh setiap masyarakat itu tidak sama, seperti di Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa yang berbeda, tetapi setiap kebudayaan memiliki ciri dan sifat yang sma. Sifat tersebut bukan diartikan secara spesifik, melainkan bersifat universal. Dimana sifat-sifat budaya itu memilki ciri-ciri yang sama bagi setiap kebudayaan manusia tanpa membedakan faktor ras, lingkungan alam, atau pendidikan. Yaitu sifat hakiki yang berlaku bagi setiap budaya dimanapun juga. Sifat hakiki dari kebudayaan tersebut, antara lain: 
1. Budaya terwujud dan tersalurkan dari perilaku manusia. 
2. Budaya telah ada terlebih dahulu dari pada lahirnya suatu generasi tertentu dan tidak akan mati dengan habisnya usua generasi yang bersangkutan. 
3. Budaya diperlukan oleh manusia dan diwujudkan dlam tingkah laku. 
4.Budaya mencakup peraturan-peraturan yang berisi kewajiban-kewajiban, tindakan-tindakan, yang diterima atau ditolak, tindakan-tindakan yang dilarang, dan tindakan-tindakan yang diijinkan. 
Sifat hakiki tersebut menjadi ciri setiap budaya. Akan tetapi, apabila seseorang atau sekelompok orang yang memahami sifat hakiki yang esensial, terlebih dahulu ia harus memecahkan pertentangan-pertentangan yang ada didalamnya. 

2.5 Budaya dan Non Budaya 
Yang membedakan budaya dengan non budaya adalah hal-hal yang non budaya mencangkup benda yang keberadaannya sudah ada dengan sendirinya atau ciptaan Tuhan yang tidak/belum mendapat sentuhan aktivitas manusia (Benda-benda alamiyah seperti batu, pohon, gunung, tanah). Sementara itu, budaya mencangkup sesuatu yang keberadaannya sudah dapat sentuhan tangan manusia misalnya patung marmer, bonsai, bangunan, aturan maka, dan lain-lain. Jadi, batu dan kayu dapat dipandang sebagai non budaya bila didapatkan apa adanya sebagai batu gunung dan pepohonan, namun menjadi sebuah benda budaya bila mendapat campur tangan manusia. 

2.6 Budaya dan Lingkungan 
Pada dasarnya kita tidak bisa lepas dan terpisah dari lingkungan kita. Pada dasarnya kelompok sosial merupakan kolektivitas manusia yang kurang lebih permanen yang hidup bersama dan berinteraksi dan berbagai lingkungan yang mengitari dirinya. Kelompok sosial bertahan hidup dengan beradaptasi dengan mengubah lingkungannya. Pengetahuan, ide, dan keterampilan yang memungkinkan suatu kelompokuntuk bertahan hidup dapat dipandang sebagai program bertahan hidup atau budaya. Keberhasilan bertahan hidup suatu kelompok tergantung pada jenis lingkungan yang dihadapi kelompok. 
Pertama, ada ligkungan geografis, atau habitat fisik. Lingkungan ini memberikan keunikan alamiah dimana kelomok sosial itu beradaptasi dengan atau mengubah lewat teknoginya. 
Kedua, anggota kelompok sosial harus hidup bersama dan berinteraksi. Kelompok sosial sebagai satu kesuluruhan memiliki kelompok lain sebagai tetangga yang akan membentuk lingkungan sosial dengan mana mereka juga berinteraksi. Beberapadari kelompok ini ada interaksi lokal dan memungkinkan interaksi tatap muka, sedangkan yang lain lebih berjarak. Dalam skala dunia, kelompok sosial utama seperti negara hidup dalam lingkungan sosial regional global dan harus beradaptasi dengan negara lain. Bagian budaya sebagian besar tersusun dari semua kebiasaan dan aturan yang memungkinkan semua skala interaksi yang berbeda ini dilakukan. 
Ketiga, ada suatu jenis lingkungan yang biasanya kita tidak memikirkannya karena tidak terlihat atau berinteraksi dalam dunia ini. Namun kenyataannya jutaan manusia dan sangat mempengaruhi hidup. Asalnya terletak pada apa yang difikirkan terhadap dorongan manusia yang mendasar ( a basic human drive) atau kebutuhan universal untuk menentukan makna dan penjelasan dalam hidupnya. Satu cara untuk memuaskan kebutuhan akan makna ini adalah mengembangkan keyakinan bahwa hidup ditentukan oleh sesuatu yang lebih tinggi, yang adanya di luar umat manusia, seperti Tuhan atau hal-hal super natural lainnya. 
Tanpa memasukkan lingkungan metafisik dalam pembahasan ini, sulit untuk memahami secara utuh mengapa beberapa kelompok sosial hidup sebagaimana mereka lakukan. Misalnya, suku Badui di Jawa Barat yang lebih menghargai kakinya untuk diberi bantal ketika tidur daripada kepalanya karena memandang bahwa kaki lebih digunakan untuk menopang seluuh anggota tubuh mereka. Hal esensial tentang praktek ini dan berbagai tempat lain di dunia ini adalah bahwa lingkungan metafisik yang demikian itu nyata bagi yang mempercayainya seperti halnya Allah bagi orang Islam dan Yesus bagi orang Nasrani. 

2.7 Pengaruh Budaya Terhadap Lingkungan 
Budaya yang di kembangkan oleh manusia akan berimplikasi pada lingkungan tempat kebudayaan itu berkembang. Suatu kebudayaan memancarkan suatu ciri khas dari masyarakat yang tampak dari luar, artinya orang asing dapat melihat kekhasan budaya suatu daerah/kelompok. Dengan menganalisa pengaruh dan akibat budaya dan lingkungan, seseorang dapat mengetahui suatu lingkungan berbeda dengan lingkungan yang lainya dan tentu menghasilkan kebudayaan yang berbeda. 
Beberapa Variavel yang berhubungan dengan masalah kebudayaan dan lingkungan: 
1. Physical Environtment, menunjuk kepada lingkungan natural 
2. Cultural Social Environment, Meliputi aspek-aspek kebudayaan beserta proses sosialisasi 
3. Environmental Orientation and Representation, Mengacu kepada persepsi dan kepercayaan kognitif yang berbeda pada setiap masyarakat mengenai lingkungannya. 
4. Enviromental Behavior and Process, meliputi bagaimana masyarakat menggunakan lingkungan dalam hubungan social 
5. Out Carries Product, meliputi hasil tindakan manusia seperti membangun rumah, komunitas,dan sebagainya. 
Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa kebudayaan yang berlaku dan dikembangkan dalam lingkungan tertentu berimplikasi terhadap pola tata laku, norma, nilai, dan aspek kehidupan lainnya yang akan menjadi ciri khas suatu masyarakat dengan masyarakat lainya.


By: Isna Chaerany

SIFAT WAJIB BAGI RASUL

"Rasulullah SAW sebagai Uswatun Hasanah" 

Uswatun Hasanah artinya teladan yang baik. Panutan dan teladan umat Islam adalah Nabi Muhammad SAW. seorang laki-laki pilihan Allah SWT yang diutus untuk menyampaikan ajaran yang benar yaitu Agama Islam. Oleh sebab itu, kita sebagai muslim harus meniru dan mencontoh kepribadian beliau. Sebagaimana Firman Allah SWT dalam QS Al Ahzab ayat 21 yang berbunyi: Artinya”Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah SAW suri teladan yang baik bagimu bagi orang yang mengharap rahmat Allah SWT dan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.(QS Al Ahzab:21). Untuk dapat meneladani Rasulullah SAW harus banyak belajar dari Al-Qur’an dan Al Hadits. Sebagai salah satu contoh saja yaitu tentang kejujuran dan amanah atau dapat dipercayanya nabi Muhammad SAW. 
Sifat Rasulullah SAW Rasulullah SAW mempunyai sifat yang baik yaitu: 
1). Siddiq 
Siddiq artinya jujur dan sangat tidak mungkin Rasulullah bersifat bohong (kidzib) Rasulullah sangat jujur baik dalam pekerjaan maupun perkataannya. Apa yang dikatakan dan disampaikan serta yang diperbuat adalah benar dan tidak bohong. Karena akhlak Rasulullah adalah cerminan dari perintah Allah SWT. 
2). Amanah 
Amanah artinya dapat dipercaya. Sangat tidak mungkin Rasulullah bersifat Khianat atau tidak dapat dipercaya. Rasulullah tidak berbuat yang melanggar aturan Allah SWT. Rasulullah taat kepada Allah SWT. Dan dalam membawakan risalah sesuai dengan petunjuk Allah SWT tidak mengadakan penghianatan terhadap Allah SWT maupun kepada umatnya. 
3). Tabligh 
Tabligh artinya menyampaikan. Rasulullah sangat tidak mungkin untuk menyembunyikan (kitman). Setiap wahyu dari Allah disampaikan kepada umatnya tidak ada yang ditutup- tutupi atau disembunyikan walaupun yang disampaikan itu pahit dan bertentangan dengan tradisi orang kafir. Rasulullah menyampaikan risalah secara sempurna sesuai dengan perintah Allah SWT. 
4). Fathonah 
Fathonah artinya cerdas. Sangat tidak mungkin Rasul bersifat baladah atau bodoh. Para Rasul semuanya cerdas sehingga dapat menyampaikan wahyu yang telah diterima dari Allah SWT. Rasul adalah manusia pilihan Allah SWT maka sangat tidak mungkin Rasul itu bodoh. Apabila bodoh bagaimana bisa menyampaikan wahyu Allah.

STRATEGI DAKWAH RASULULLAH

Cara Nabi Muhammad Berdakwah Menyampaikan Ajaran Islam 
Setelah mempelajari tentang Riwayat Lengkap Nabi Muhammad maka kali ini kita akan melihat bagaimana cara dakwah Nabi Muhammad dalam menyampaikan ajaran Islam. Berikut ini dijelaskan beberapa cara Nabi Muhammad menyebarkan ajaran Islam. 
1. Dakwah nabi Muhammad secara sembunyi-sembunyi Beberapa bulan kemudian Jibril muncul lagi untuk menyampaikan wahyu berikutnya yang antara lain menyuruh Muhammad untuk memulai memimpin hamba Allah kejalan yang benar, jalan yang diridhai oleh Allah swt, wahyu tersebut berbunyi: 
Artinya : 
“Hai orang yang berkemul (beselimut) bangunlah lalu berilah peringatan!” (QS Al-Mudatsir: 1-2). 

Turunnya wahyu tersebut membuat Allah lebih mantap. Kini ia siap untuk menerangkan hakekat kebenaran kepada manusia. Rasulullah memulai tugasnya untuk menegakkan kebenaran secara sembunyi-sembunyi di lingkungan rumah sendiri. Khadijah, istrinya yang setia itulah mula-mula beriman kepadanya. Dengan pengetahuannya yang luas dan sempurna tentang keindahan budi pekerti dan kebenaran semua perkataan dan pekerjaan nabi Muhammad, ia yakin bahwa hanya nabi muhammad lah orang yang pantas menerima perintah Tuhan untuk memimpin umat manusia. 

2. Dakwah Rasulullah secara terang-terangan 
Sekitar kurang dari 3 tahun lamanya Rasulullah saw, berdakwah secara sembunyi-sembunyi. Mulailah pada tahun keempat kerasulan Muahammad saw, beliau berdakwah secara terang-terangan. Adapun yang menjadi dasar hukum dari pada pelaksanaan dawah secara terang-terangan tersebut adalah firman Allah yang berbunyi: 
Artinya : 
“Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik”. (QS Al-Hijr : 94) Adapun yang disampaikan Nabi Muhammad pada waktu itu meliputi: 
a. Bahwa Allah itu Tuhan yang maha esa. Dialah yang menjadikan dan berkuasa selama-lamanya atas alam semesta dan segala isinya. 
b. Bahwa Allah lah Tuhan yang wajib disembah. Setiap orang wajib bersyukur dan menyembah Nya. Dialah yang menjadikan segala kehidupan di dunia 
c. Bahwa sesungguhnya setiap orang itu adalah sama di mata Allah. Derajat manusia tidak diukur dengan keturunan, kekuasaan, kekayaan dan kepangkatan, melainkan semata-mata atas dasar ketaqwaan dan jasanya, sedangkan perbudakan dikutuk Allah 
d. Bahwa setiap orang kaya harus menolong yang miskin, yang mampu harus menolong yang tidak mampu 
e. Bahwa hidup manusia tidak berhenti dengan kematian. Setelah mati masih ada kehidupan di akhirat. Setiap orang mempertanggung jawabkan segala amalnya hidup di dunia ini. 

Reaksi Kaum Kafir Terhadap Dakwah Nabi Muhammad Kaum kafir Quraisy 
Mekkah pada umumnya tidak senang menerima kehadiran dan seruan Nabi Muhammad saw untuk memeluk agama Islam. sebagian besar dari mereka sangat membenci dan menolak serta memusuhi nabi Muhammad saw. salah satu keluarganya yang sangat memusuhi adalah Abu Lahab. 
Suatu hari Abu Thalib mencoba membujuk nabi Muhammad saw agar berhenti berdakwah dan menyebarkan agama Islam kepada masyarakat Mekkah, karena ia mendapat tekanan dan ancaman dari masyarakat kafir Quraisy Mekkah. Mendengar ajakan pamannya tersebut, Nabi Muhammad saw dengan ramah menolaknya. Bahkan dengan lembut berkata kepada pamannya, “Wahai pamanku, seandainya matahari di letakkan di atas tangan kananku dan bulan ditangan kiriku, agar aku berhenti berdakwah, pasti aku tidak akan mengehentikannya”. Sehingga Allah swt memberikan kemenangan atau binasa dalam berjuang. 
Di samping hinaan dan celaan, orang-orang kafir Quraisy Mekkah telah berkali-kali menyakiti pribadi nabi Muhammad. Namun demikian nabi Muhammad saw tidak pernah putus asa menyebarkan agama Islam, bahkan sebaliknya, beliau semakin sabar, giat dan bersemangat dalam berdakwah. 

Tekanan Terhadap para Sahabat Nabi Muhammad saw 
Perkembangan Islam yang demikian pesat semakin membuat orang kafir quraisy membenci dan berusaha menghalangi dakwah nabi Muhammad saw. berbagai cara dilakukan kaum kafir Quraisy, antara lain yaitu dengan jalan menyiksa hamba sahaya atau para budak dan orang-orang miskin menolak yang memeluk agama Islam. Semua dilakukan dalam rangka menakut-nakuti serta dalam rangka mencegah berkembangnya Islam lebih banyak lagi.

KISAH TELADAN AJARAN ISLAM

Kisah Singkat Dakwah Nabi Muhammad Saw 


Dakwah Nabi Muhammad SAW memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan Islam di seluruh dunia. Cahaya kebenaran Islam tidak hanya dikenal oleh manusia yang berada di wilayah Timur Tengah saja, tapi juga oleh seluruh manusia di wilayah dunia ini. Dakwah adalah langkah yang ditempuh Nabi Muhammad SAW dalam mengenalkan Islam. Dakwah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW beserta sahabat-sahabatnya merupakan suatu sikap menyampaikan tentang kebenaran ajaran Islam beserta aturan-aturan di dalamnya kepada seluruh umat manusia di dunia ini. Dakwah yang dilakukan Nabi Muhammad Saw. tidak membedakan wilayah pedalaman, pegunungan, pedesaan ataupun perkotaan. Selain itu juga tidak membedakan status sosialnya, baik kaya ataupun miskin, baik saudagar atau hamba sahaya, semua mendapat dakwah Islam. 
Manusia sebagai makhluk memiliki sifat suka mengeluh, akan tetapi Rasulullah SAW tidak pernah mengeluh, beliau termasuk manusia dengan keistimewaan yang diberikan sang Pencipta alam semesta. Dalam sejarahnya, dakwah Nabi Muhammad SAW menunjukkan tentang sifat istimewa beliau. Sifat istimewa beliau tersebut tampak dalam menjalankan amanahnya. Diantaranya adalah sifat sabar, ikhlas, pantang menyerah dengan amanah yang diembannya serta sifat istimewa lainnya. Dalam sejarah dakwahnya, Nabi Muhammad SAW menunjukkan sifat amanah yang sangat luar biasa. Amanah tersebut dijalankan dengan kerja sama yang baik bersama para sahabat maupun keluarganya. Bagi manusia biasa seperti kita, memahami kisah sejarah dakwah beliau memiliki peran penting. Peran penting yang dimaksud yaitu dapat memberikan semangat bagi kaum muslimin utamanya dalam mendakwahkan Islam dengan kebenaran di dalamnya. 
Setelah mengetahui betapa pentingnya mengetahui dan memahami sejarah dakwah beliau bagi kita, pertanyaan selanjutnya yaitu bagaimana beliau dalam sejarah dakwah Nabi Muhammad SAW ketika menyampaikan kebenaran Islam di tengah-tengah umat? Berikut ini beberapa kisah tentang sejarah dakwah Nabi kita Muhammad SAW. Kisah singkat berikut dapat dijadikan bekal ilmu dan pengetahuan bagi kita dalam mengetahui dan memahami perkembangan cahaya Islam sehingga dikenal di seluruh wilayah dunia ini sampai saat ini. 

Kisah singkat dakwah Nabi Muhammad SAW: Abu Bakar Masuk Islam 

Sejarah dakwah Nabi Muhammad SAW diawali dengan masuknya Abu Bakar ke dalam Agama Islam setelah mengetahui sifat istimewa dan kemuliaan seorang Muhammad. Abu Bakar dikenal sebagai sahabat Nabi Muhammad SAW yang selalu setia mendampingi dakwah beliau. Nabi Muhammad SAW menjadi sosok yang dicari dan dikenal di wilayah Arab saat itu. Nabi Muhammad SAW digelari Al Amin, karena beliau terkenal bersih, jujur dan dapat dipercaya. Oleh karena itu, ia disenangi oleh orang-orang, termasuk Abu Bakar Abi Quhafa dari kabilah Taim. 
Sifat istimewa dan kemuliaan Muhammad SAW memberikan pengaruh kepada Abu Bakar yang berasal dari kabilah Taim tersebut. Pengaruh tersebut yaitu menjadikan seorang Abu Bakar masuk Islam dan berdakwah ke seluruh penjuru wilayah Arab saat itu. Abu Bakar langsung meninggalkan berhala-berhalanya yang selama ini dianggap sebagai Tuhan. Selain itu, Abu Bakar juga melakukan hal mulia seperti yang dilakukan Muhammad SAW yaitu menyayangi anak yatim piatu dan lainnya. Setelah Abu Bakar masuk Islam, maka selanjutnya sahabat beliau lainnya yang telah diajak kepada Islam juga mulai masuk Islam dan menyebarkan Islam ke seluruh wilayah. Sejarah dakwah Nabi Muhammad SAW hampir seluruhnya berkat sikap dan sifat Rasulullah yang mulia. Budi pekertinya yang baik diiringi dengan bekal ilmu menjadikan sosok Muhammad dan para sahabatnya menjadi teladan bagi kaum muslimin hingga saat ini. 
Sebaik-baik teladan adalah Nabi Muhammad SAW. Hal tersebut telah ditunjukkan sahabatnya yang telah masuk Islam dan mencontoh sifat dan sikap Rasulullah Saw. Allah Swt sendiri telah menempatkan Muhammad SAW sebagai teladan yang terbaik bagi umat manusia. Inilah yang hendaknya kita contoh dalam kehidupan sehari-hari. Namun, kenyataan yang kita peroleh yaitu sedikit sekali orang-orang yang mengambil pelajaran dan meneladani sikap dan sifat beliau. 

Kisah singkat dakwah Nabi Muhammad SAW: Kaum Muslimin pada Awalnya 

Kisah dakwah dikenalnya Islam ke seluruh wilayah Arab oleh Nabi Muhammad SAW terus berlanjut. Hal itu ditunjukkan dengan sahabat-sahabat Abu bakar seperti Usman bin ‘Affan dan Abdurrahman bin 'Auf yang juga mengikuti langkah Abu Bakar untuk masuk Islam. Mereka masuk dengan kesadaran dan keikhlasan. Sejarah dakwah Nabi Muhammad SAW menceritakan mengenai tindakan Abu Bakar dan sahabat-sahabatnya. Ketika mereka telah masuk Islam, mereka bersama-sama datang kepada Rasulullah dan mempelajari Islam dari beliau. Hal tersebut menjadikan ajaran Islam semakin bertambah kuat. 
Sejarah dakwah Nabi Muhammad SAW terus mengalami perkembangan dengan semakin dikenalnya Islam melalui upaya beliau dan para sahabatnya. Dakwah berkembang karena keteladanan yang diberikan Muhammad dalam kehidupannya. Selain para sahabat yang melaksanakannya, kaum muslimin sebagai objek dakwah juga mendapat pengaruh positif dengan hal itu. Teladan yang ditunjukkan Nabi Muhammad SAW beserta para sahabatnya ketika menyampaikan kebenaran Islam kepada umat diantaranya penuh bakti, penuh kasih-sayang, rendah hati, tutur katanya lemah-lembut, adil dan sebagainya. Selain itu, juga sangat santun kepada semua orang, termasuk orang-orang fakir. Berbeda halnya dengan kenyataan manusia saat ini. Muhamad SAW beserta sahabatnya melakukan beberapa kegiatan rutinitas untuk kekuataan iman dalam menjalankan amanah di dunia ini sebagai hamba sang Pencipta alam semesta ini. Misalnya Nabi Muhammad SAW tidak cepat tidur di malam hari karena selalu melaksanakan ibadah sunnah lainnya. Adapun ibadah sunnah yang dimaksud yaitu mendirikan shalat tahajjud setiap malam. Selain itu, beliau pun dalam shalatnya selalu khusyuk. Hal inilah yang membuat dakwahnya memiliki ruh dan penuh keikhlasan. Sosok yang terlihat murah senyum dan teduh. Selain itu tampak cahaya yang terpancar indah dan terang benderang pada wajah beliau. 

Kisah singkat dakwah Nabi Muhammad SAW: Rasulullah Mengajak Memeluk Islam Keluarganya 

Dakwah Rasulullah Muhammad SAW tidak hanya pada orang lain, tapi beliau juga mengutamakan keluarga sebagai objek dakwah kebenaran ajaran Islam yang diwahyukan kepadanya. Tiga tahun setelah kerasulan Nabi Muhammad SAW, perintah Allah datang untuk menyebarkan agama Islam, lalu Rasul mengumumkan ajaran yang masih disembunyikan itu secara terang-terangan. Ketika itu wahyu datang kepada beliau dalam Quran Surat 26: 214-216 yang artinya "Sampaikanlah apa yang sudah diperintahkan kepadamu, dan tidak usah kauhiraukan orang-orang musyrik itu."(Qur'an 15: 94) Rasulullah Muhammad SAW melakukan langkah awal beliau menyampaikan kebenaran ajaran Islam dengan mengundang keluarganya makan di rumahnya. Lalu beliau mulai berbicara dengan lembut untuk mengajak keluarganya menuju cahaya Islam dengan kebenaran di dalamnya. Namun, Abu Thalib, pamannya, langsung menyetop pembicaraan beliau. Abu Thalib mengajak keluarga yang lain pergi meninggalkan tempat itu. Walaupun demikian, Nabi Muhammad Saw. tetap sabar dan tidak putus asa dengan sikap keluarganya tersebut. 
Keesokan harinya sekali lagi Muhammad mengundang mereka. Rasulullah mulai mengajak lagi keluarganya untuk masuk ke dalam Agama Islam. Namun, mereka semua menolak, lalu bersiap-siap meninggalkannya. Tiba-tiba Ali yang masih anak-anak ketika itu bangkit dari duduknya. Ia berkata kepada Rasulullah Muhammad SAW. "Rasulullah, saya akan membantumu. Saya adalah lawan siapa saja yang kau tentang." Kemudian Banu Hasyim tersenyum dan ada juga yang tertawa terpingkal-pingkal. Mata mereka berpindah-pindah dari Abu Thalib kepada anaknya. Kemudian mereka semua pergi meninggalkannya sambil mengejek. Namun, Rasulullah tetap sabar dan terus berupaya menyampaikan kebenaran ajaran Islam kepada keluarganya.

Pentingnya Pendidikan Agama dan Mental di Usia Dini


Citizen6, Jakarta Pendidikan agama sangat penting ditanamkan sejak usia dini. Lebih bagus lagi bila ditanamkan dengan cara yang bisa membangun kreativitas dan perkembangan mental anak. 

Melihat hal tersebut, Direktorat Pendidikan madrasah direktorat jenderal pendidikan islam kementrian Agama menggelar lomba untuk anak-anak Raudhatul Atfal (RA) atau setingkat Taman Kanak-Kanak (TK). Lomba tersebut diikuti oleh puluhan RA yang berada di wilayah Jabodetabek serta Cianjur. 

Direktur Pendidikan Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan islam kementrian Agama, Nurkholis Setiawan mengatakan tujuan diadakan lomba ini untuk membudayakan kreativitas sekaligus menumbuh kembangkan prestasi anak-anak usia dini.

"Lomba ini untuk melatih mental karena ketika anak-anak hanya terdidik dalam teori saja, namun kalau mentalnya gak kuat anak tersebut gampang goyah," ungkapnya kepada wartawan, Selasa (30/9/2014). 

Kegiatan ini untuk mengangkat mutu pendidikan madrasah yang dimulai dari tingkat RA ini. Ajang penyaluran kreativitas ini, kata dia, sudah mengakomodir semua sisi terkait pendidikan agama, seni, kreativitas dan lainnya. 

Sementara, Kasubid Pendidikan Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan islam kementrian Agama, Sastra Juanda menjelaskan lomba ini dibagi menjadi 8 kategori, seperti lomba mengaji, hafalan doa, hafalan surat pendek, lomba adzan, seni islam, tarian dan lainnya. 

"Acara ini sudah dilakukan 2 kali, namun kali ini peserta yang ikut lebih banyak. Antusias siswa nya pun terlihat sangat bagus yang sekarang," ungkapnya. 

Di ajang lomba ini, keinginan anak-anak untuk menunjukkan kebisaan mereka sangat besar. Selain untuk memotivasi anak-anak, lomba ini juga untuk memotivasi guru yang tentunya berlandaskan kepada asas pengembangan anak usia dini. 

"Pendidikan anak-anak di usia dini sangat menentukan dan berdampak pada perkembangan dan kreativitas kedepannya. Kita berusaha membina anak usia dini dengan baik dan yang penting berahlak mulia," ujarnya. 

Harapannya, sebagai lembaga pendidikan yang di kelola Kementrian Agama, RA bisa menjadi fase persiapan yang sangat komperhensif terhadap sekolah dasar dan menengah.


Sumber:
http://citizen6.liputan6.com/read/2112670/pentingnya-pendidikan-agama-dan-mental-di-usia-dini

Semangat Revolusi Ki Hadjar Dewantara Melalui Pendidikan

Citizen6, Jakarta Ki Hadjar Dewantara adalah salah satu tokoh perubahan dalam perjalanan sejarah bangsa ini. Sosok yang lahir pada tanggal 2 Mei 1889 menjadi Menteri Pengajaran pertama yang dimiliki Indonesia pasca kemerdekaannya. Ki Hadjar Dewantara yang bernama asli Soewardi Soerjaningrat ini mendirikan sekolah Taman Siswa untuk memajukan pendidikan pribumi jauh sebelum kemerdekaan diproklamasikan. 

Tanggal kelahirannya yang diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional menjadi pengingat sejarah besarnya kontribusi salah satu dari Tiga Serangkai ini dalam pendidikan Indonesia. Bukan hanya tanggal kelahirannya diperingati, ungkapannya pun menjadi semboyan pendidikan kita. Bagi Ki Hadjar Dewantara, dengan memberi pendidikan yang baik untuk semua pribumi maka perubahan dan kemajuan dapat kita capai. 

Semboyan tut wuri handayani, yang berarti ‘di belakang memberi dorongan’ menjadi semboyan pendidikan kita bahwa seperti itulah guna dari pendidikan. Ungkapan lebih lengkapnya adalah: ing ngarso sing tulodo (di depan memberi contoh), ing madyo mangun karso (di tengah memberi semangat) dan tut wuri handayani (di belakang memberi dorongan) dipakai dalam dunia pendidikan Indonesia. Ungkapan yang disebut Patrap Triloka ini menjadi landasan konsep yang dikembangkan oleh Ki Hadjar Dewantara disertai dengan konsep pendidikan progresif. Hal tersebut menjadi landasan dari bentuk pendidikan dari sekolah Taman Siswa yang dibangunnya. 

Kiranya semoga kalimat tersebut kini tidak hanya menjadi semboyan yang sekedar disebutkan tetapi diaplikasikan dalam kehidupan. Selamat Hari Pendidikan Nasional.


Sumber:
http://citizen6.liputan6.com/read/2224187/semangat-revolusi-ki-hadjar-dewantara-melalui-pendidikan

Negara-negara yang Mempunyai Sistem Pendidikan Paling Bagus

Berbau.com - Pendidikan adalah aset yang paling penting dari sebuah negara. Maju enggaknya sebuah negara bisa dilihat dari sistem pendidikannya. Jepang aja yang udah ancur dan hal yang pertama dilakukan adalah memajukan pendidikannya. So! pendidikan itu teramat penting. Nah ! kali ini berbau pengen ngulas negara-negara yang paling bagus sistem pendidikannya. Siapa aja? Check it Out 

1. Finlandia 


Finlandia sendiri sudah lama menjadi negara nomor 1 dengan sistem pendidikan terbaik di dunia. Hal menjadi unik tentang pendidikan di Finlandia adalah ternyata mereka tidak membebani murid-muridnya dengan tugas yang berat bahkan hampir tidak ada sistem penilaian di sekolah sehingga murid menjadi lebih bebas dan tidak terbebani. Hal lain yang membuat sistem pendidikan di Finlandia maju adalah biayanya yang gratis dan juga guru-guru yang dipilih juga hanya guru-guru yang memiliki kulitas tinggi. 

2. Korea Selatan 


Mungkin hal inilah yang membuat Korea selatan menjadi salah satu kekuatan ekonomi di dunia. Dengan sistem pendidikan yang baik tentunya ke depanya negara tersebut akan semakin baik pula. Korea selatan sendiri memilki kunci dalam bidang pendidikan berupa teknologi. Di Korea Selatan sendiri diberikan layanan informasi dan akses internet berkecepatan tinggi sehingga membuat murid-murid disana sangat mudah mencari informasi. 

3. Hongkong 


Ternyata masih dari kawasan Asia. Hongkong menjadi negara dengan sistem pendidikan terbaik ke tiga di dunia. Hongkong memiliki kualitas yang sangat baik dalam bidang pendidikan, di Hongkong sendiri sisitem pendidikanya dibuat kompetitif dan berkualitas sehingga dapat mendorong atmosfer belajar yang tinggi. 

4. Jepang 


Jepang mulai mengalami kemajuan yang sangat pesat saat terjadi perombakan besar pada sistem setelah revolusi Meiji. Tidak heran jika saat ini Jepang memiliki kemajuan yang pesat dalam bidang ekonomi, sains, dan juga teknologi. Semua itu adalah buah dari keseriusan mereka melakukan investasi besar pada bidang pendidikan. Yang menjadi Jepang lebih menarik karena mereka juga sangat menghargai orang-orang yang ingin belajar di negri mereka. 

5. Singapura 


Ternyata masih dari kawasan Asia lagi. Negara tetangga kita ternyata menduduki peringkat ke-5 dalam hal sistem pendidikan. Sepertinya hal itu tidak salah karena sekarang kita dapat melihat betapa lebih berkembang Singapura yang juga menjadi salah satu kekuatan ekonomi Asia, bahkan dunia. Singapura mengandalkan teknologi sebagai pendukung utama sistem pendidikan dan juga dengan kualitas guru yang sangat baik tentunya. 



Sumber:
http://www.berbau.com/2015/03/negara-negara-yang-punya-sistem.html